Pulau Kaladan

In

Pulau Kaladan adalah  salah satu dari ratusan desa yang mengalami kenyataan tragis itu. Terletak  di Kecamatan  Mantangai,  Kabupaten  Kapuas,  Kalimantan Tengah. Pulau Kaladan berjarak kurang-lebih 90 kilometer dari Kuala Kapuas, ibukota  kabupaten.  Mencapainya,   dapat   melalui  jalan  darat   atau   sungai dengan  waktu tempuh sekitar  dua hingga tiga jam, tergantung kondisi jalan.

Di Mantangai,  Kaladan termasuk desa  tertua. Selama  kurang-lebih 30  tahun sejak 1885, wilayahnya mencakup  Manusup hingga Danau  Rawah-Muroi. Itu terjadi pada  pemerintahan Ngabe  Bakar, sebelum terjadi pemekaran wilayah desa   pasca   kemerdekaan.  Barangkali  karena   itu,  mayoritas  warga   desa meyakini bahwa  penduduk  asli yang bermukim di Kaladan sekarang  berasal dari keturunan Ngabe Bakar. Hampir seluruh pengelola sungai dan handil mengakui bahwa Ngabe  Bakar adalah  nenek moyang mereka.

Kini luas Kalayan mencapai  60 ribu hektar. Dihuni oleh 1.001 kepala keluarga (KK)  dengan  populasi  3.647 jiwa yang  sebagian   besar  adalah   masyarakat Dayak Ngaju. Separuh dari jumlah itu beragama Islam, sebagian  Kristen, dan sisanya menganut  agama Kaharingan. Mereka itulah, terutama orang-orang Dayak Ngaju, yang mengalami hilangnya sebagian  lahan  kelola mereka.  Tak kurang  10  ribu hektar tanah  masyarakat setempat  telah  berubah  menjadi  kebun  sawit karena  dicaplok  perusahaan- perusahaan besar seperti PT Graha  Inti Jaya (seluas 3.000 hektar), PT Rezeki Alam Semesta Raya  (5.000  hektar), dan  PT Globalindo  Agung Lestari  seluas 2.000 hektar

Recent Posts

Leave a Comment