Press Release: Masyarakat Adat: Aktor Penting Untuk Menjawab Penurunan Emisi Di Indonesia

 

 Admin    12-03-2020    00:00 WIB  

Beberapa pihak selalu menuding  El Nino dan masyarakat (adat) sebagai faktor penyebab pembakaran hutan dan lahan selama ini. Padahal salah urus sistem pemanfaatan sumber daya hutan selama 45 tahun terakhir, yang seharusnya ditinjau kembali dan diperbaiki.  Bila tidak dilakukan maka kejadaian ini akan terus menerus terjadi setiap tahunnya.

 

 

Menteri LHK, Siti Nurbayadi dalam kutipan sebuah media menyatakan bahwa pada bulan Desember tahun ini akan menyelesaikan kasus 124 perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan. “Komitmen tersebut harus didukung, termasuk oleh lintas kementerian dan lembaga lainnya agar penegakan hukum terkait pembakaran hutan dan lahan dapat dilaksanakan,” tambah Soelthon G. Nanggara.

Selama ini masyarakat adat telah menunjukkan perannya dalam menjaga hutan yang terbukti efektif dalam mencegah emisi karbon.  Informasi yang diperoleh AMAN dari Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) menunjukkan dari 6,8 juta Ha wilayah adat yang sudah dipetakan, 65 % masih berupa hutan alam. ”Langkah paling efektif dalam penurunan emisi tentunya dengan memberi pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat atas wilayah adatnya,” tegas Abdon.

 

 

Catatan Editor:
1.    Forest Watch Indonesia Yang Disingkat FWI Adalah Organisasi Jaringan Pemantau Hutan Independen Yang Terdiri Dari Individu-Individu Yang Memiliki Komitmen Untuk Mewujudkan Proses Pengelolaan Data Dan Informasi Kehutanan Di Indonesia Yang Terbuka Dan Dapat Menjamin Pengelolaan Sumber Daya Hutan Yang Adil Dan Berkelanjutan. Salah Satu Kegiatan FWI Juga Melakukan Kampanye Dan Monitoring  Terkait Kerusakan Hutan Dan Kejahatan Di Sektor Kehutanan
2.    Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Disingkat AMAN Adalah Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) Independen Yang Anggotanya Terdiri Dari Komunitas-Komunitas Masyarakat Adat Dari Berbagai Pelosok Nusantara.
3.    Dalam Conference Of Parties 21 Di Paris (COP 21 Paris), Dalam Pidatonya Presiden Joko Widodo Menyinggung Tentang  Kebakaran Hutan Dan Lahan Gambut. El Nino Salah Satu Penyebab Sulitnya Penanggulangan Yang Telah Dilakukan. Langkah Yang Akan Dilakukan Oleh Pemerintah Indonesia Kedepan Adalah Penegakan Hukum Dan Restorasi Gambut. Presiden Joko Widodo Juga Menegaskan Bahwa Indonesia Berkomitmen Menurunkan Emisi Sebesar 29% Dibawah Business As Usual Pada Tahun 2030, Atau 40% Dengan Bantuan Internasional. Presiden Menyebutkan Penurunan Emisi Dalam Bidang Tata Kelola Hutan Dan Sektor Lahan Melalui Penerapan One Map Policy Dan Menetapkan Moratorium Serta Review Izin Pemanfaatan Lahan Gambut, Pengelolaan Lahan Dan Hutan Produksi Lestari. (Http://Unfccc6.Meta-Fusion.Com/Cop21/Events/2015-11-30-14-45-Leaders-Event-Statements-By-Heads-Of-State-And-Government-La-Loire-Part-2/His-Excellency-Mr-Joko-Widodo-President-Of-Indonesia)
4.    Data Dan Informasi Pendukung Dapat Diunduh Di Dalam Lembar Informasi: Tata Kelola Buruk: Masyarakat Adat Terdampak Bencana Asap, AMAN–FWI, 2015.

http://www.aman.or.id/2015/12/02/press-release-masyarakat-adat-aktor-penting-untuk-menjawab-penurunan-emisi-di-indonesia/