
Wilayah kehidupan bukan sekadar ruang di peta. Ia adalah rumah, identitas, dan warisan yang dijaga lintas generasi.
Memahami AKKM
Territories of Life
Kita sering mengamati hubungan yang kuat antara masyarakat adat atau komunitas lokal dengan wilayah, daerah, atau sumber daya alam tertentu, yang berakar pada alasan budaya, spiritual, dan filosofis. Hubungan ini telah melahirkan tata kelola sumber daya alam dan wilayah yang efektif, yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada konservasi alam. Kita menyebutnya sebagai Wilayah dan Areal yang dikonservasi oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, yang secara global dikenal sebagai "Territories and Areas Conserved by Indigenous Peoples and Local Communities" (ICCA-Territories of Life). Istilah ICCA dipakai sebagai bagian dari komunikasi politik dari Gerakan konservasi rakyat secara global, namun tidak menghilangkan keragaman nama dan istilah lokal dari berbagai praktik yang ada komunitas. Di Indonesia, WGII telah mengadopsi istilah "Areal Konservasi Kelola Masyarakat" (AKKM) sebagai terjemahan dari ICCAs.

Bagi kami, tanah adalah mama. Jika kami terus merawat mama, maka mama akan selalu merawat kami sebagai anak-anaknya.
Naomi Marasian
Perempuan Adat, Komunitas Kemtuik, Papua
Strategi Kami
Mendokumentasikan
Mempertahankan
Membela
Pusat Pengetahuan
Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: WGII luncurkan 1 Juta Hektar Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal sebagai Warisan Biokultural Indonesia
Pers Rilis: Perkuat Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan keanekaragaman Hayati di Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan WGII Inisiasi Lokalatih dan Forum Multi-Pihak Penyusunan RIP KEHATI
WGII Bawa Suara Masyarakat Adat ke Synchronize Festival 2025
Merajut Pengetahuan Tradisional dan Modern: Strategi Kolaboratif untuk Konservasi Berkelanjutan
Tanpa Food Estate Baru, Indonesia Sudah Lampaui Kuota Deforestasi
Baku, Azerbaijan, 13 November 2024 — Food Estate atau program lumbung pangan nasional bukanlah jawaban atas permasalahan pangan di Indonesia. Program ini berpotensi merusak ekosistem hutan alam...
Tanpa Food Estate Baru, Indonesia Sudah Lampaui Kuota Deforestasi
Baku, Azerbaijan, 13 November 2024 — Food Estate atau program lumbung pangan nasional bukanlah jawaban atas permasalahan pangan di Indonesia. Program ini berpotensi merusak ekosistem hutan alam...
Hubungi Kami
WGII terbuka untuk pertanyaan, peluang kolaborasi, serta masukan, baik dari mitra, komunitas, dan publik. Hubungi kami melalui form berikut atau berlangganan buletin WGII untuk mendapatkan informasi terbaru, publikasi, dan kegiatan WGII.
Ikuti Kami di Media Sosial
Ikuti Kami di Media Sosial



















