Gunung Butak
Provinsi Banten, Kab. Lebak, Desa Sukaresmi
Sejarah Inisiatif
Praktik Pengelolaan
Gunung Butak merupakan gunung yang jarang dijamah oleh masyarakat karena terlalu jauh dari wilayah pemukiman. Puncak gunung ini tidak ditumbuhi vegetasi pohon atau kayu besar, tetapi hanya terdapat tumbuhan bawah dan semak belukar.
Terdapat beberapa sungai di Gunung Butak, seperti sungai Ciparasi, Cipadali, Cipicung, dan Cilejet. Sungai ini berfungsi sebagai sumber air untuk masyarakat. Gunung Butak termasuk dalam area tutupan dan titipan. Tutupan adalah area hutan yang memiliki beberapa mata air dan berada di hulu sungai. Di area ini belum terdapat aktivitas apapun dan dijaga oleh masyarakat sebagai sumber penghidupan, sedangkan titipan adalah area yang diwariskan oleh para sesepuh untuk kesejahteraan incu putu. Di wilayah titipan ini terdapat terdapat area yang boleh digarap oleh masyarakat dan ada pula area yang merupakan cadangan untuk generasi berikutnya. Di dalam kawasan ini terdapat hutan, kebun, dan sawah.
Keanekaragaman Hayati
Gunung Butak merupakan hutan rimba atau hutan lebat yang didominasi pohon besar hingga gelap, lembab dengan kemiringan yang variatif. Tanah kering dan cenderung lembab. Salah satu jenis kayu yang terdapat di gunung butak seperti kayu rasalama, ki anak, ki awi, panglar, ki hujan dan kayu besi, dll. Satwa yang terdapat di Gunung Butak di antaranya babi hutan, monyet ekor panjang, kasintu (ayam hutan betina), cangegar (ayam hutan jantan), muka (kukang), perusing (trenggiling), landak, peucang (kancil), mencek (rusa), uweg (owa jawa), elang jawa, tupai, surili, musang, oray (ular) piton, ular kobra, burung kacamata,burung puyuh, burung kutilang, burung kureuw, julang (sejenis rangkong), buweuk (burung hantu), burung kahkeh, manuk hurang (burung udang) burung raja udang, koleangkak (elang ular bido), burung saeran, burung dudut, burung coladi, burung potong suluh, burung pipit, dan burung cipeuw. Tumbuhan yang terdapat di Gunung Butak antara lain pohon puspa, rasamala, jeret, kali morot, angrit, kidego, putat, kianak, pasang, kiawi, kibeusi, kikawat, kibuluh, renyung, jurang, kawoyang, jenis-jenis huru (batu, madang, minyak, leueur, gemblung, sintok, hiris, sereh, hejo, carulang, dll), teureup, kibengang, dadap, picung, gintung, ceuri, kibancet, ganggaeng, karet kebo, baros, kisawo, kihiang, kibima, laka, kimokla, panglar, dan kalapa ciung.
Selain itu, di Gunung Butak juga terdapat beberapa titik penting yang disakralkan oleh masyarakat Kasepuhan Kampung Bongkok, seperti batu koronong, pangguyangan badak, cepak cimagrib, situs batu bedil, makam keramat lebak picung, makam keramat lebak kubang, makam keramat cepak maghrib, dan cisalada yang merupakan sejenis tumbuhan selada air yang dilindungi oleh masyarakat, yang boleh diambil tetapi tidak boleh dihilangkan).
Pemangku Hak
Belum terdapat peraturan khusus yang mengatur pengakuan wilayah adat Kasepuhan Kampung Bongkok. Akan tetapi, pemuda adat Kasepuhan Kampung Bongkok sedang mengupayakan supaya Kasepuhan Kampung Bongkok terdaftar di Perda Kabupaten Lebak Nomor 5 Tahun 2018.