Membela
Membela AKKM merupakan inisiatif advokasi untuk melindungi, mempertahankan, dan memperjuangkan pengakuan wilayah kehidupan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dari berbagai ancaman terhadap ruang hidup, pengetahuan tradisional, dan sistem pengelolaan berbasis kearifan lokal. Pendekatan ini lahir dari kenyataan bahwa kebijakan konservasi di Indonesia masih banyak dipengaruhi paradigma fortress conservation yang eksklusif dan represif, di mana negara memegang kontrol penuh atas kawasan sementara masyarakat justru diposisikan sebagai ancaman terhadap kelestarian alam. Dalam praktiknya, pendekatan tersebut sering memicu konflik tenurial, kriminalisasi, pembatasan akses, hingga pengusiran masyarakat dari wilayah yang selama ini mereka jaga secara turun-temurun.
Dalam konteks tersebut, Membela AKKM menjadi bagian dari agenda dekolonisasi konservasi, yaitu upaya untuk mengubah arah kebijakan konservasi agar lebih adil, demokratis, dan berbasis hak. Konservasi tidak boleh lagi dijalankan dengan mengorbankan masyarakat, sementara pada saat yang sama industri ekstraktif dan proyek pembangunan skala besar terus diberi ruang di kawasan bernilai keanekaragaman hayati tinggi. Membela AKKM menegaskan bahwa Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal merupakan pemegang hak sekaligus aktor utama perlindungan keanekaragaman hayati, sehingga pengakuan terhadap wilayah dan sistem pengetahuan mereka harus menjadi fondasi utama tata kelola konservasi di Indonesia.
Fokus kerja Membela AKKM diwujudkan melalui berbagai inisiatif advokasi kebijakan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Advokasi tersebut mencakup penguatan substansi UU KSDAHE, implementasi Convention on Biological Diversity (CBD) dan IBSAP, pengakuan dan perlindungan AKKM, pengarusutamaan masyarakat dalam Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati), pengembangan paralegal bagi generasi muda, serta penguatan perspektif nexus iklim dan keanekaragaman hayati agar agenda transisi hijau tidak menjadi bentuk baru perampasan wilayah masyarakat.
Selain advokasi kebijakan, Membela AKKM juga akan diwujudkan melalui pengembangan Sistem Monitoring Konflik Konservasi untuk mendokumentasikan berbagai konflik, kriminalisasi, kekerasan, dan pelanggaran hak yang terjadi di kawasan konservasi maupun wilayah kelola masyarakat. Sistem ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat respon cepat, membangun solidaritas antar komunitas, menyediakan basis data advokasi, serta mendorong perubahan kebijakan berbasis bukti. Melalui pendekatan ini, Membela ICCA tidak hanya bertujuan melindungi wilayah, tetapi juga memperkuat perjuangan kolektif untuk membangun tata kelola konservasi yang berpihak pada rakyat dan menghormati hak-hak masyarakat sebagai penjaga utama keanekaragaman hayati.