Search
Search across the site

Publikasi dan Analisis

Buku dan Hasil Riset

Jalan Panjang Masyarakat untuk Konservasi dan Ruang Hidup
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Jalan Panjang Masyarakat untuk Konservasi dan Ruang Hidup

Lima belas cerita tentang Areal Konservasi Kelola Masyarakat (AKKM) di Indonesia, mengisahkan perjuangan panjang komunitas dari Merauke hingga Banten dalam mempertahankan ruang hidup mereka dari deforestasi dan perampasan lahan.
Etnobotani Perempuan dan Survey Keanekaragaman Hayati dalam Kerangka ICCAs
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Etnobotani Perempuan dan Survey Keanekaragaman Hayati dalam Kerangka ICCAs

Kajian etnobotani dan keanekaragaman hayati berperspektif gender di Desa Bongkaras, Sumatera Utara, mendokumentasikan pengetahuan tumbuhan perempuan dalam kerangka AKKM dan perannya dalam tata kelola konservasi komunitas.
Menjaga Ruang Hidup dari Laut ke Hutan: Kisah-Kisah Konservasi dari Nusantara
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Menjaga Ruang Hidup dari Laut ke Hutan: Kisah-Kisah Konservasi dari Nusantara

Kisah-kisah konservasi dari seluruh kepulauan Indonesia, dari wilayah laut Indonesia timur hingga hutan Kalimantan, mendokumentasikan komunitas yang menjaga ruang hidup mereka melalui pengetahuan adat dan ekologi.
Territories of Life: 2021 Report — ICCA Consortium
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Territories of Life: 2021 Report — ICCA Consortium

Laporan global penting ICCA Consortium tahun 2021 tentang wilayah kehidupan, mendokumentasikan skala, keragaman, dan kontribusi konservasi vital dari wilayah yang dikelola oleh masyarakat adat dan komunitas di seluruh dunia.

Catatan Teknis

Rekomendasi Untuk Pemerintah Republik Indonesia Dalam Pertemuan Subsidiary Body on Implementation ke-4 Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity)
Sabtu, 16 Mei 2026
Catatan Teknis

Rekomendasi Untuk Pemerintah Republik Indonesia Dalam Pertemuan Subsidiary Body on Implementation ke-4 Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity)

WGII mendesak pengakuan hak Masyarakat Adat dalam negosiasi CBD. KM-GBF dan hukum Indonesia mendukung konservasi inklusif yang menyelaraskan hak tradisi dengan komitmen biodiversitas global.
Rekomendasi Untuk Pemerintah Republik Indonesia Untuk Pertemuan Conference of the Parties ke-16 (COP-16) dari Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity-CBD)
Sabtu, 16 Mei 2026
Catatan Teknis

Rekomendasi Untuk Pemerintah Republik Indonesia Untuk Pertemuan Conference of the Parties ke-16 (COP-16) dari Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity-CBD)

Pentingnya partisipasi inklusif dalam IBSAP, perlindungan pengetahuan tradisional/DSI, indikator hak tenurial pada target KM-GBF, serta akses pendanaan bagi aktor konservasi di Indonesia.
Rekomendasi Kebijakan untuk NBSAP yang Transformatif dan Inklusif di ASEAN dan Timor Leste
Sabtu, 16 Mei 2026
Catatan Teknis

Rekomendasi Kebijakan untuk NBSAP yang Transformatif dan Inklusif di ASEAN dan Timor Leste

KM-GBF 2022 mewajibkan revisi NBSAP yang inklusif. Sementara kelompok seperti IPLC dan pemuda memimpin konservasi, kesenjangan finansial dan teknis tetap ada, memerlukan tata kelola berbasis hak dan responsif gender.
Kertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah
Senin, 1 Jun 2026
Catatan Teknis

Kertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah

Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan (RIP) Keanekaragaman Hayati Daerah merupakan agenda strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) di tingkat daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional.

Kertas Kebijakan dan Kertas Posisi

Menilik Kedudukan dan Pengakuan Masyarakat Adat Beserta Hak-haknya Dalam RUU KSDAHE

Menilik Kedudukan dan Pengakuan Masyarakat Adat Beserta Hak-haknya Dalam RUU KSDAHE

RUU KSDAHE masuk Prolegnas 2023 untuk ganti UU 5/1990. Bahas kewenangan, partisipasi, pendanaan, dan sanksi. Namun, pengakuan adat masih bersyarat dan partisipasi penuh belum terakomodasi.
Mempertimbangkan Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework untuk mendukung pendekatan konservasi berbasis hak dan praktik konservasi oleh masyarakat adat di Indonesia

Mempertimbangkan Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework untuk mendukung pendekatan konservasi berbasis hak dan praktik konservasi oleh masyarakat adat di Indonesia

KM-GBF jadi peluang dorong konservasi inklusif, adil, dan berkelanjutan di Indonesia. RUU KSDAHE dapat mengadopsinya untuk memperkuat peran masyarakat adat dan lokal dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Keharusan Konservasi Berbasis Hak Asasi Manusia

Keharusan Konservasi Berbasis Hak Asasi Manusia

RUU KSDAHE berpotensi kuatkan konservasi, namun belum menekankan HAM. Padahal wilayah konservasi adalah ruang hidup masyarakat. Kebijakan perlu menjamin HAM agar tak terjadi eksklusi atas nama konservasi.
Delapan Catatan Krusial RUU Perubahan KSDAHE

Delapan Catatan Krusial RUU Perubahan KSDAHE

Laporan Living Planet & IUCN 2022 menunjukkan krisis biodiversitas: populasi satwa turun 69% global. Di Indonesia, 1.225 spesies terancam punah akibat eksploitasi lahan, perubahan iklim, dan IUUF.
Newsletter Icon

Bergabung dengan
Buletin Kami

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan pembaruan terbaru, berita, acara, dan aktivitas komunitas langsung ke kotak masuk Anda.

Kami menghargai privasi Anda, email Anda aman bersama kami.

Infografis Status AKKM

Registrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2026
Kamis, 21 Mei 2026
Infografis Status AKKM

Registrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2026

Hingga Mei 2026, total luas Registrasi Nasional AKKM mencapai 1.010.430,68 hektar dengan sebaran 527 titik AKKM yang diampu oleh 192 Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.