Publikasi dan Analisis
Buku dan Hasil Riset

Senin, 18 Mei 2026
Buku dan Hasil RisetBuku Saku IBSAP 2024-2025
Panduan ringkas yang merangkum Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia 2025–2045, mencakup target nasional, tujuan strategis, dan kelompok aksi yang selaras dengan komitmen global.

Senin, 18 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset50 Indigenous Leaders’ Voices for Nature and People in Indonesia
Lima puluh pemimpin adat dari seluruh Indonesia berbagi pandangan tentang alam, konservasi, dan ruang hidup yang telah dijaga komunitas mereka turun-temurun, dari Sumatera hingga Papua.

Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil RisetEnabling Pathways for Rights-based Community-led Conservation
Laporan September 2025 yang menganalisis reformasi hukum dan jalur yang memungkinkan konservasi berbasis hak yang dipimpin komunitas di sepuluh negara, dengan studi kasus dari Indonesia, Filipina, Kenya, Meksiko, dan lainnya.

Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil RisetCerita dari Lapang — Stories from the Field
Enam belas kisah akar rumput dari komunitas adat dan lokal Indonesia yang didukung ICCA-GSI, memperlihatkan bagaimana ketangguhan komunitas dan pengelolaan adat mempertahankan penghidupan di masa pandemi COVID-19.
Catatan Teknis

Senin, 1 Jun 2026
Catatan TeknisKertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah
Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan (RIP) Keanekaragaman Hayati Daerah merupakan agenda strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) di tingkat daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional.
Sabtu, 16 Mei 2026
Catatan TeknisRekomendasi Kebijakan untuk NBSAP yang Transformatif dan Inklusif di ASEAN dan Timor Leste
KM-GBF 2022 mewajibkan revisi NBSAP yang inklusif. Sementara kelompok seperti IPLC dan pemuda memimpin konservasi, kesenjangan finansial dan teknis tetap ada, memerlukan tata kelola berbasis hak dan responsif gender.
Sabtu, 16 Mei 2026
Catatan TeknisRekomendasi Untuk Pemerintah Republik Indonesia Untuk Pertemuan Conference of the Parties ke-16 (COP-16) dari Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity-CBD)
Pentingnya partisipasi inklusif dalam IBSAP, perlindungan pengetahuan tradisional/DSI, indikator hak tenurial pada target KM-GBF, serta akses pendanaan bagi aktor konservasi di Indonesia.
Sabtu, 16 Mei 2026
Catatan TeknisRekomendasi Untuk Pemerintah Republik Indonesia Dalam Pertemuan Subsidiary Body on Implementation ke-4 Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity)
WGII mendesak pengakuan hak Masyarakat Adat dalam negosiasi CBD. KM-GBF dan hukum Indonesia mendukung konservasi inklusif yang menyelaraskan hak tradisi dengan komitmen biodiversitas global.
Kertas Kebijakan dan Kertas Posisi

Selasa, 23 Jun 2026
Kertas Kebijakan dan Kertas PosisiMemperkuat Regulasi Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Kearifan lokal merupakan praktik hidup masyarakat yang terbukti menjaga keseimbangan ekologi dan keberlanjutan sumber daya alam.

Sabtu, 16 Mei 2026
Kertas Kebijakan dan Kertas PosisiDelapan Catatan Krusial RUU Perubahan KSDAHE
Laporan Living Planet & IUCN 2022 menunjukkan krisis biodiversitas: populasi satwa turun 69% global. Di Indonesia, 1.225 spesies terancam punah akibat eksploitasi lahan, perubahan iklim, dan IUUF.

Sabtu, 16 Mei 2026
Kertas Kebijakan dan Kertas PosisiKeharusan Konservasi Berbasis Hak Asasi Manusia
RUU KSDAHE berpotensi kuatkan konservasi, namun belum menekankan HAM. Padahal wilayah konservasi adalah ruang hidup masyarakat. Kebijakan perlu menjamin HAM agar tak terjadi eksklusi atas nama konservasi.

Sabtu, 16 Mei 2026
Kertas Kebijakan dan Kertas PosisiMempertimbangkan Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework untuk mendukung pendekatan konservasi berbasis hak dan praktik konservasi oleh masyarakat adat di Indonesia
KM-GBF jadi peluang dorong konservasi inklusif, adil, dan berkelanjutan di Indonesia. RUU KSDAHE dapat mengadopsinya untuk memperkuat peran masyarakat adat dan lokal dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Infografis Status AKKM

Kamis, 21 Mei 2026
Infografis Status AKKMRegistrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2026
Hingga Mei 2026, total luas Registrasi Nasional AKKM mencapai 1.010.430,68 hektar dengan sebaran 527 titik AKKM yang diampu
oleh 192 Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.

Rabu, 21 Mei 2025
Infografis Status AKKMRegistrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2025
Hingga Mei 2025, total luas Registrasi Nasional ICCAs mencapai 647.457,49 hektar tersebar di 293 wilayah komunitas adat dan lokal.