Search
Search across the site
Berita

Berita

Peoples’ Conservation Summit: Merangkai Narasi dari Keanekaragaman Budaya Konservasi
Minggu, 28 Jun 2026

Peoples’ Conservation Summit: Merangkai Narasi dari Keanekaragaman Budaya Konservasi

Para narasumber dalam Kick-off Peoples’ Conservation Summit (PCS) membahas dekolonisasi konservasi dan penguatan kolaborasi multipihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati yang berkeadilan; Sumber: Fawwaz, Tim Komunikasi dan Media PCS, 2026.
Pers Rilis: Dekolonisasi Konservasi: WGII Luncurkan Peoples’ Conservation Summit dan Penyusunan Indonesian Local Biodiversity Outlook menuju COP17 CBD
Minggu, 28 Jun 2026

Pers Rilis: Dekolonisasi Konservasi: WGII Luncurkan Peoples’ Conservation Summit dan Penyusunan Indonesian Local Biodiversity Outlook menuju COP17 CBD

Masyarakat Adat Papua menampilkan tarian dan busana tradisional sebagai wujud pelestarian budaya dan identitas komunitas. Sumber: AMAN, 2022.
Pers Rilis: Kick-off Meeting Peta Jalan Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Selasa, 16 Jun 2026

Pers Rilis: Kick-off Meeting Peta Jalan Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Momen penyerahan Policy Brief Transformasi Kebijakan Perlindungan Kearifan Lokal dalam Pengelolaan SDA dan Lingkungan dari Working Group ICCAs Indonesia kepada Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.
Pers Rilis: Menyingkap Potensi Areal Konservasi Kelola Masyarakat seluas 29 juta hektar
Kamis, 4 Jun 2026

Pers Rilis: Menyingkap Potensi Areal Konservasi Kelola Masyarakat seluas 29 juta hektar

Foto bersama Cindy Julianty, Koordinator Eksekutif WGII, bersama para narasumber dalam Peluncuran Data Nasional ICCAs 2026 dan Dialog Publik untuk memperkuat pengakuan konservasi berbasis Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal. Sumber: WGII, 2026.
Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: WGII luncurkan 1 Juta Hektar Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal sebagai Warisan Biokultural Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: WGII luncurkan 1 Juta Hektar Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal sebagai Warisan Biokultural Indonesia

Bersama dengan panelis lainnya, Koordinator Eksekutif WGII, Cindy Julianty, telah mengisi panel yang bertemakan “Peran Masyarakat” di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat
Refleksi dari Syariat dan Adat di Aceh: Mewujudkan Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan KEHATI
Rabu, 8 Apr 2026

Refleksi dari Syariat dan Adat di Aceh: Mewujudkan Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan KEHATI

Peserta Lokalatih Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal berfoto bersama di Banda Aceh, 9 April 2026.
Pers Rilis: Perkuat Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan keanekaragaman Hayati di Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan WGII Inisiasi Lokalatih dan Forum Multi-Pihak Penyusunan RIP KEHATI
Selasa, 16 Des 2025

Pers Rilis: Perkuat Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan keanekaragaman Hayati di Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan WGII Inisiasi Lokalatih dan Forum Multi-Pihak Penyusunan RIP KEHATI

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Working Group ICCAs Indonesia (WGII) selenggarakan Lokalatih Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk Partisipasi Bermakna dalam Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati.
Menyelaraskan Aksi untuk Sinergi: Iklim, Keanekaragaman Hayati, dan Praktik ICCAs
Selasa, 26 Agt 2025

Menyelaraskan Aksi untuk Sinergi: Iklim, Keanekaragaman Hayati, dan Praktik ICCAs

Working Group ICCAs Indonesia (WGII) turut berpartisipasi dalam Climate Justice Summit 2025 untuk mengadakan side event di Gedung PPK, Gelora Bung Karno, DKI Jakarta. Source: WGII, 2025.
Menegaskan Peran Masyarakat Adat WGII Mendukung Konservasi Keanekaragaman Hayati yang Berkelanjutan
Rabu, 21 Mei 2025

Menegaskan Peran Masyarakat Adat WGII Mendukung Konservasi Keanekaragaman Hayati yang Berkelanjutan

WGII juga mendorong proses ilmiah pengetahuan tradisional masyarakat adat dalam konservasi keanekaragaman hayati. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan praktik tradisional dengan pendekatan ilmiah modern.
Newsletter Icon

Bergabung dengan
Buletin Kami

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan pembaruan terbaru, berita, acara, dan aktivitas komunitas langsung ke kotak masuk Anda.

Kami menghargai privasi Anda, email Anda aman bersama kami.