Selasa, 23 Jun 2026
Kertas Kebijakan dan Kertas PosisiMemperkuat Regulasi Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Kearifan lokal merupakan praktik hidup masyarakat yang terbukti menjaga keseimbangan ekologi dan keberlanjutan sumber daya alam.
Berita
Kamis, 21 Mei 2026
BeritaPeringati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: WGII luncurkan 1 Juta Hektar Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal sebagai Warisan Biokultural Indonesia
Bersama dengan panelis lainnya, Koordinator Eksekutif WGII, Cindy Julianty, telah mengisi panel yang bertemakan “Peran
Masyarakat” di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat
Selasa, 16 Des 2025
BeritaPers Rilis: Perkuat Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan keanekaragaman Hayati di Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan WGII Inisiasi Lokalatih dan Forum Multi-Pihak Penyusunan RIP KEHATI
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Working Group ICCAs Indonesia (WGII) selenggarakan Lokalatih Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk Partisipasi Bermakna dalam Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati.
Rabu, 21 Mei 2025
BeritaMenegaskan Peran Masyarakat Adat WGII Mendukung Konservasi Keanekaragaman Hayati yang Berkelanjutan
WGII juga mendorong proses ilmiah pengetahuan tradisional masyarakat adat dalam konservasi keanekaragaman hayati. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan praktik tradisional dengan pendekatan ilmiah modern.
Artikel dan Kertas Fakta
Senin, 9 Des 2024
Artikel dan Kertas FaktaKonservasi sebagai Akar Budaya Indonesia, Pentingnya Melibatkan Masyarakat Adat untuk Keberhasilan Implementasi IBSAP
Indonesia dikenal tidak hanya sebagai negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati (megabiodiversity), tetapi juga sebagai negara dengan keanekaragaman budaya (mega-cultural). Kedua kekayaan ini...
Kamis, 5 Des 2024
Artikel dan Kertas FaktaMasyarakat Adat Ngata Toro, Menyimpan Kisah Sejarah dan Harmoni Alam
Di tengah hamparan hijau perbukitan Sulawesi Tengah, ada sebuah desa adat bernama Ngata Toro yang menyimpan kisah panjang tentang perjuangan, kebijaksanaan, dan harmoni. Masyarakat adat Toro bukan...
Rabu, 13 Nov 2024
Artikel dan Kertas FaktaAntara Kerangka Global dan Tantangan Nasional: IPLC Masih Tersisih sebagai Pelaku Konservasi
Oleh: Alaysha Yahya Maulina, Lasti Fardilla Noor. Masyarakat adat dan komunitas lokal (Indigenous Peoples and Local Communities atau IPLC) adalah aktor kunci dalam pelestarian keanekaragaman...
Minggu, 28 Jul 2024
Artikel dan Kertas FaktaRUU KSDAHE disahkan, Atur Areal Preservasi dan Hutan Adat: Bagaimana isinya?
Oleh : Cindy Julianty, M. Ihsan Maulana, Lasti Fardilla Noor. Perjalanan RUU KSDAHE dapat dikatakan cukup panjang untuk dapat disahkan. Penyiapan RUU ini, bahkan sudah dimulai oleh DPR sejak tahun...
Publikasi dan Analisis

Selasa, 23 Jun 2026
Kertas Kebijakan dan Kertas PosisiMemperkuat Regulasi Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Kearifan lokal merupakan praktik hidup masyarakat yang terbukti menjaga keseimbangan ekologi dan keberlanjutan sumber daya alam.

Senin, 1 Jun 2026
Catatan TeknisKertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah
Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan (RIP) Keanekaragaman Hayati Daerah merupakan agenda strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) di tingkat daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional.

Kamis, 21 Mei 2026
Infografis Status AKKMRegistrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2026
Hingga Mei 2026, total luas Registrasi Nasional AKKM mencapai 1.010.430,68 hektar dengan sebaran 527 titik AKKM yang diampu
oleh 192 Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.

Rabu, 21 Mei 2025
Infografis Status AKKMRegistrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2025
Hingga Mei 2025, total luas Registrasi Nasional ICCAs mencapai 647.457,49 hektar tersebar di 293 wilayah komunitas adat dan lokal.
Pusat Belajar Konservasi Rakyat
Minggu, 26 Apr 2026
Pusat Belajar Konservasi RakyatHidup dari Laut, Tumbuh di Tanah, Kearifan Kelola Alam Orang Padaidori
Di Pulau Padaidori, tanah dan laut bukan sekadar ruang hidup, keduanya adalah "tempat makan" yang diwariskan, dijaga, dan dipertahankan bersama. Dari kebun, laut, hingga tradisi sasi, Masyarakat Adat Padaidori terus merawat sumber daya alam agar tetap menjadi penopang hidup bagi generasi berikutnya.
