Search
Search across the site
Kertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah
Senin, 1 Jun 2026
Catatan Teknis

Kertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah

Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan (RIP) Keanekaragaman Hayati Daerah merupakan agenda strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) di tingkat daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional.

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: WGII luncurkan 1 Juta Hektar Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal sebagai Warisan Biokultural Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026
Berita

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: WGII luncurkan 1 Juta Hektar Wilayah Konservasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal sebagai Warisan Biokultural Indonesia

Bersama dengan panelis lainnya, Koordinator Eksekutif WGII, Cindy Julianty, telah mengisi panel yang bertemakan “Peran Masyarakat” di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat
Pers Rilis: Perkuat Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan keanekaragaman Hayati di Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan WGII Inisiasi Lokalatih dan Forum Multi-Pihak Penyusunan RIP KEHATI
Selasa, 16 Des 2025
Berita

Pers Rilis: Perkuat Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan keanekaragaman Hayati di Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan WGII Inisiasi Lokalatih dan Forum Multi-Pihak Penyusunan RIP KEHATI

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Working Group ICCAs Indonesia (WGII) selenggarakan Lokalatih Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk Partisipasi Bermakna dalam Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati.
WGII Bawa Suara Masyarakat Adat ke Synchronize Festival 2025
Rabu, 22 Okt 2025
Berita

WGII Bawa Suara Masyarakat Adat ke Synchronize Festival 2025

Jakarta, (4-5 Oktober 2025) — Di tengah gegap gempita panggung musik dan ribuan anak muda yang tumpah ruah di Synchronize Festival 2025, Working Group ICCAs Indonesia (WGII) hadir dengan warna...
Merajut Pengetahuan Tradisional dan Modern: Strategi Kolaboratif untuk Konservasi Berkelanjutan
Kamis, 18 Sep 2025
Berita

Merajut Pengetahuan Tradisional dan Modern: Strategi Kolaboratif untuk Konservasi Berkelanjutan

YOGYAKARTA, 11 September 2025. Penggunaan lahan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang tidak berkelanjutan menjadi tantangan serius di Indonesia. Hal ini berdampak langsung pada terganggunya...

Artikel dan Kertas Fakta

Perempuan Mekar Raya, Penjaga Pengetahuan Lokal
Sabtu, 16 Mei 2026
Artikel dan Kertas Fakta

Perempuan Mekar Raya, Penjaga Pengetahuan Lokal

Serina Greta, seorang perempuan Dayak Simpankng asli, mengetahui banyak tanaman di hutan adat ini. Dia memperoleh pengetahuan ini dari ibunya, yang menerimanya dari neneknya. Ini diwariskan dari generasi ke generasi karena budaya lisan masyarakat Dayak.
Cerita Para Perawat Hutan Adat Mekar Raya
Sabtu, 1 Feb 2025
Artikel dan Kertas Fakta

Cerita Para Perawat Hutan Adat Mekar Raya

Hutan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Nenek moyang kami menjaganya, kini tugas kami menjaga.
Lewat Pranata Adat Jaga Sumber Air di Hulu Les-Penuktukan
Jumat, 10 Jan 2025
Artikel dan Kertas Fakta

Lewat Pranata Adat Jaga Sumber Air di Hulu Les-Penuktukan

Di titik yang tidak bisa lagi dilalui kendaraan, para anggota Kelompok Subak Les Umawangi ini turun berjalan kaki beberapa kilometer menuju sumber air Yeh Samongan.
Nasib Masyarakat Malako Kociak, Antara Menjaga Kelestarian Hutan dan Memenuhi Kebutuhan Hidup
Rabu, 8 Jan 2025
Artikel dan Kertas Fakta

Nasib Masyarakat Malako Kociak, Antara Menjaga Kelestarian Hutan dan Memenuhi Kebutuhan Hidup

Dua bulan terakhir, harga getah karet Rp10.000 per kilogram. Sebelumnya, terjun bebas pada angka Rp3.000 per kilogram.

Publikasi dan Analisis

Jalan Panjang Masyarakat untuk Konservasi dan Ruang Hidup
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Jalan Panjang Masyarakat untuk Konservasi dan Ruang Hidup

Lima belas cerita tentang Areal Konservasi Kelola Masyarakat (AKKM) di Indonesia, mengisahkan perjuangan panjang komunitas dari Merauke hingga Banten dalam mempertahankan ruang hidup mereka dari deforestasi dan perampasan lahan.
Etnobotani Perempuan dan Survey Keanekaragaman Hayati dalam Kerangka ICCAs
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Etnobotani Perempuan dan Survey Keanekaragaman Hayati dalam Kerangka ICCAs

Kajian etnobotani dan keanekaragaman hayati berperspektif gender di Desa Bongkaras, Sumatera Utara, mendokumentasikan pengetahuan tumbuhan perempuan dalam kerangka AKKM dan perannya dalam tata kelola konservasi komunitas.
Menjaga Ruang Hidup dari Laut ke Hutan: Kisah-Kisah Konservasi dari Nusantara
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Menjaga Ruang Hidup dari Laut ke Hutan: Kisah-Kisah Konservasi dari Nusantara

Kisah-kisah konservasi dari seluruh kepulauan Indonesia, dari wilayah laut Indonesia timur hingga hutan Kalimantan, mendokumentasikan komunitas yang menjaga ruang hidup mereka melalui pengetahuan adat dan ekologi.
Territories of Life: 2021 Report — ICCA Consortium
Sabtu, 16 Mei 2026
Buku dan Hasil Riset

Territories of Life: 2021 Report — ICCA Consortium

Laporan global penting ICCA Consortium tahun 2021 tentang wilayah kehidupan, mendokumentasikan skala, keragaman, dan kontribusi konservasi vital dari wilayah yang dikelola oleh masyarakat adat dan komunitas di seluruh dunia.
Newsletter Icon

Bergabung dengan
Buletin Kami

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan pembaruan terbaru, berita, acara, dan aktivitas komunitas langsung ke kotak masuk Anda.

Kami menghargai privasi Anda, email Anda aman bersama kami.

Pusat Belajar Konservasi Rakyat

 Hidup dari Laut, Tumbuh di Tanah, Kearifan Kelola Alam Orang Padaidori
Minggu, 26 Apr 2026
Pusat Belajar Konservasi Rakyat

Hidup dari Laut, Tumbuh di Tanah, Kearifan Kelola Alam Orang Padaidori

Di Pulau Padaidori, tanah dan laut bukan sekadar ruang hidup, keduanya adalah "tempat makan" yang diwariskan, dijaga, dan dipertahankan bersama. Dari kebun, laut, hingga tradisi sasi, Masyarakat Adat Padaidori terus merawat sumber daya alam agar tetap menjadi penopang hidup bagi generasi berikutnya.