Sebeyen Belangk
Provinsi Kalimantan Barat, Kab. Ketapang, Desa Sinar Kuri
Sejarah Inisiatif
Sebeyen Belangk merupakan area hutan rimba yang berisi pohon-pohon yang berusia ratusan tahun. Sebeyen Belangk disebut sebagai hutan angker karena memiliki cerita bahwasannya area tersebut dahulu ingin dibuat sebagai kuburan (TPU) tetapi tidak jadi difungsikan. Pada bagian puncak Sebeyen terdapat batu yang kemudian muncul air menetes tidak berhenti-henti seperti manusia yang menangis. Pernah terdapat orang yang mendengar bunyi di area sana, tetapi tidak diketahui wujudnya seperti apa. Sebeyen Belangk ini letaknya sekitar 1,2 km dari kantor desa. Sampai saat ini, area tersebut tetap sama bentuknya dan tidak ada pengubahan. Konon katanya juga, jika ada orang mau meninggal, akan ada tanda-tanda yang terdengar di sekitar Sebeyen Belangk. Sebeyen Belangk dipercaya sebagai tempat tinggal para leluhur masyarakat Adat Dayak Lawangk. Oleh karenanya, area ini disebut sebagai Hutan Angker dan dilindungi oleh masyarakat.
Sebeyen Belangk tidak dimanfaatkan untuk apapun dan tidak ada yang mengelola. Akan tetapi, eksistensinya dijaga dan diperhatikan oleh masyarakat adat dan lembaga adat. Tidak ada larangan untuk masuk ke sana. Menurut masyarakat, tidak perlu ada larangan, karena pasti akan dapat pengalaman-pengalaman mistis/angker dengan sendirinya.
Jika Masyarakat melindungi Sebeyen Belangk, manfaat yang didapatkan adalah Masyarakat bisa hidup dengan tenang karena berdampingan dengan leluhurnya. Bagaimanapun juga, Masyarakat sangat menghormati dan ingin memelihara/melindungi Sebeyen Belangk ini agar eksistensinya tidak terganggu. Masyarakat percaya, jika area Sebeyen Belangk dihancurkan akan datang musibah yang menimpa dikemudian hari.