Search
Search across the site

Pers Rilis: Perkuat Partisipasi Bermakna Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Pengelolaan keanekaragaman Hayati di Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan WGII Inisiasi Lokalatih dan Forum Multi-Pihak Penyusunan RIP KEHATI

Selasa, 16 Des 2025
Berita
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Working Group ICCAs Indonesia (WGII) selenggarakan Lokalatih Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk Partisipasi Bermakna dalam Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati.

Surabaya, 17/12/2025 - Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Working Group ICCAs Indonesia (WGII) selenggarakan Lokalatih Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk Partisipasi Bermakna dalam Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati. Kegiatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan pengetahuan masyarakat adat dan komunitas lokal terkait Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) serta proses penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) yang tengah berlangsung di Provinsi Jawa Timur.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Erwin Fachrul Ardiyanto, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal merupakan aktor penting yang harus dilibatkan secara aktif, baik dalam penyusunan maupun implementasi RIP KEHATI Jawa Timur. Menurutnya, “banyak praktik pengelolaan berbasis kearifan lokal dan pengetahuan tradisional di Jawa Timur terbukti mampu menjaga keseimbangan ekologi, namun belum sepenuhnya terdokumentasi, diakui, atau diintegrasikan dalam kebijakan daerah.”

Erwin juga menjelaskan bahwa Jawa Timur dianugerahi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang luar biasa, mulai dari wilayah pesisir dan mangrove, kawasan karst, hutan pegunungan, hingga lanskap pertanian yang menjadi penopang kehidupan penduduk Jawa Timur. Di sisi lain, terdapat tantangan yang berpotensi menjadi tekanan terhadap lingkungan hidup di Jawa Timur, baik akibat alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam, maupun pembangunan yang belum sepenuhnya berwawasan ekologis. Oleh karena itu, lokalatih ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman, tetapi juga mendorong pelibatan aktif seluruh pihak, baik itu masyarakat, penggiat lingkungan, CSO untuk bersama-sama menyusun RIP Kehati.

Lasti Fardilla Noor, Manajer Pengelolaan Pengetahuan WGII, mengapresiasi komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati dengan melibatkan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal. Ia menegaskan bahwa RIP KEHATI sebagai turunan dari IBSAP seharusnya menjadi pedoman yang hidup dan operasional, bukan sekadar strategi di atas kertas.“Pengetahuan menjadi pondasi awal bagi masyarakat untuk memahami kerangka kebijakan yang ada, sehingga mereka dapat melihat relevansinya dengan ruang hidup dan praktik keseharian, serta mulai mengidentifikasi posisi, peran, dan kontribusi konkret dalam pengelolaan keanekaragaman hayati di tingkat lokal dan daerah,” ucap Lasti.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dinas Lingkungan Hidup provinsi Jawa Timur menerima audiensi Working Group ICCAs Indonesia (WGII) dan Lembaga Studi Desa untuk Petani Studi Dialektika Indonesia Dalam Perspektif (SD Inpers) sehari sebelum dilaksanakannya lokalatih. Bertempat di kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. 

Pertemuan ini membahas inisiasi pembentukan kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk mendukung penyusunan dan implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah di Jawa Timur. Pembentukan forum ini menjadi salah satu rencana tindak lanjut penting dari pelaksanaan lokalatih, sekaligus sebagai mekanisme kolaboratif untuk memastikan partisipasi masyarakat berlangsung secara berkelanjutan hingga tahap implementasi kebijakan.

Muhammad Ihsan Maulana menyampaikan ada banyak manfaat baik dari dibentuknya Forum Multi-Pihak. “Dampak dan manfaat yang baik bagi Jawa Timur. Misalnya saja pembentukan kelembagaan forum multi-pihak memberikan manfaat strategis bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penguatan tata kelola keanekaragaman hayati yang terkoordinasi, inklusif, dan lintas sektor. Forum ini mendukung penyusunan dan implementasi kebijakan yang lebih kontekstual dan berbasis data, meningkatkan legitimasi serta dukungan publik, sekaligus membantu penyelarasan kebijakan daerah dengan komitmen nasional dan global terkait keanekaragaman hayati. Selain itu, forum multi-pihak berfungsi sebagai mekanisme kolaboratif untuk koordinasi, pemantauan, dan penyelesaian tantangan implementasi di lapangan secara berkelanjutan”. Ujar Ihsan

Jawa Timur, bersama Provinsi Aceh, Kalimantan Timur, dan Papua Barat Daya, merupakan salah satu wilayah prioritas bagi WGII dalam mengadvokasikan penyusunan RIP KEHATI yang inklusif, terbuka, dan partisipatif. Penetapan Jawa Timur sebagai wilayah prioritas didasarkan pada posisi strategis provinsi ini dalam implementasi IBSAP, sekaligus kompleksitas tantangan dan potensi keanekaragaman hayati yang dimilikinya.

Melalui pelaksanaan lokalatih dan inisiasi pembentukan Forum Multi-Pihak ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan WGII menegaskan komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan keanekaragaman hayati yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kebijakan, tetapi mitra strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengelolaan keanekaragaman hayati di Jawa Timur, sehingga RIP KEHATI yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan, pengetahuan, dan realitas di tingkat tapak.

Newsletter Icon

Bergabung dengan
Buletin Kami

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan pembaruan terbaru, berita, acara, dan aktivitas komunitas langsung ke kotak masuk Anda.

Kami menghargai privasi Anda, email Anda aman bersama kami.